Langsung ke konten utama

KOST 541 B



Entah apakah ini hanya perasaanku saja. yang jelas aku selalu merasakannya ketika jam di dinding telah menunjukkan lewat angka 00.00. Seringkali aku terbangun karena mendengarnya. Aku penasaran sebenarnya siapakah orang yang membuat kegaduhan itu. Aku sangsi, apa aku harus memanggilnya orang atau mungkin... hantu? Oh tidak mungkin, jaman apa ini? Sudah mendekati abad ke 21, kalau berdasarkan perubahan kurikulum. Tapi, kenapa yang lain tidak pernah merasakan hal yang kurasakan sekarang ya? Ah.. apa mungkin ini hanya halusinasi ku saja? atau memang benar adanya? Sudahlah.. aku ingin melanjutkan tidur malamku lagi.
Keesokan harinya kegaduhan terjadi di kostku.
“Semalem ada mbak cantik lagi !!” seru mbak kostku yang bernama Yenize.
“Iya mbak? dimana? kapan kejadiannya?” tanyaku penuh rasa takut.
“Semalem itu lo adikss.. pas kakaks mandi...” seperti biasa, mbak kostku yang satu ini memang paling beda dengan mbak kostku yang lain. Pembawaannya agak centil, namun sebenarnya ia sangat baik dan rajin beribadah.
“Ya Allah... tuh kan, aku jadi takut !” seruku, agak merengek. Memang aku dikenal sebagai Maba yang agak cengeng.
“Ya sudahlah adikss.. itu mereka cuma ingin kita mengakui keberadaan mereka jadi tidak perlu takut ya...” kata mbak Yenize lalu pergi ke atas, kamarnya.
“Yaudah deh mbak... aku berangkat kuliah dulu. Assalamualaikum... “

*********
Sudah dari setengah jam yang lalu aku menunggu kedatangan teman-teman satu kostku yang ada di lantai bawah. Tapi mereka tak kunjung datang juga. Padahal jam sudah menunjukkan pukul delapan lewat empat puluh lima menit malam. Perasaanku mulai tak menentu, apalagi semenjak aku mendengar suara derap langkah kaki dari luar jendela kostku. Ku pertajam lagi pendengaranku dengan menutup kedua mataku. Aku berusaha memfokuskan pikiranku pada apa yang sedang ada di luar jendela kostku. Ternyata bukan ! itu bukan suara derap langkah kaki, tapi itu suara seretan kaki yang sangat berat, berat dan begitu berat. Aku menjadi merinding, dan tiba-tiba saja bulir-bulir kecil mengalir dari kedua sudut mataku. Ya, aku menangis. Aku takut.  Aku sangat takut sampai-sampai nafasku mulai memburu dan ku rasa sesak. Aku ingin teriak, ketika ku dengar suara seretan kaki itu makin mendekat ke arah jendelaku. Sreeeeettt.... sreeeeettt... sreeetttt... suaraku tercekat ketika aku rasa, suara itu mulai berhenti. Rasa takutku semakin menjadi. Oh Tuhan, demi apa aku tidak pernah ingin berada dalam posisi ini. Seseorang bawa aku pergi dari tempat ini, doaku dalam hati.
Tok.. tok.. tok... suara pintu tiba-tiba mengagetkanku, menambah sensasi rasa takutku. “Dibuka tidak, buka, tidak, buka, tidak?” tanyaku pada diriku sendiri.
Tok.. tok.. tok... tok... suara pintu itu makin membuat jantungku berdegup kencang. Keringat dingin mulai mengalir dari keningku. Belum sempat ku buka pintu, tiba-tiba saja lampu berkedap-kedip dan tiba-tiba mati. Damn !! gerutuku dalam hati. Kenapa hari ini aku begitu sial? terkurung sendirian di kamar kost yang penuh dengan bau melati dan kemenyan, yang memang sengaja Bapak kost taruh di setiap sudut kamar, entah untuk apa. Aku ingat sekali ketika aku menanyakan untuk apa melati dan kemenyan itu, bapak kost ku hanya diam lalu menatapku tajam.
Tiba-tiba sekelebat bayangan putih melayang di atas kaca riasku. Tapi.. tidak.. itu tidak mungkin. Ini hanya halusinasi ku saja. Ya, ini hanya halusinasi ku saja. beberapa hari terakhir ini aku memang sering berhalusinasi tentang keberadaan hantu yang memang aku design sendiri bagaimana bentuknya. Aku mulai enjoy dan ku tarik nafas.. aku berjalan menuju pintu kamarku dengan membawa senter yang berhasil kutemukan. Ku dengar suara seretan kaki itu lagi. Sreeetttt... sreeetttt... sreeetttt... aku bergidik.. badanku menjadi panas dingin. Ku lihat sekeliling gelap.
Tok... tok... tok.... tok... suara pintu itu mengagetkanku kembali. Adrenalinku berpacu lebih cepat lagi dari sebelumnya. Oh Tuhan, ampuni semua dosa-dosaku selama ini.
Tok.. tok... tok.... suara pintu lagi.. aku semakin ngeri dibuatnya. Entah siapa orang yang berada di luar, seakan ia sangat bernafsu sekali untuk masuk ke dalam kostku ini. Oh... mungkin teman-teman datang, pikirku.
“Iya sebentar... siapa?” kataku mencoba mencairkan suasana dan untuk mengurangi rasa takutku tentunya. Hening. Tidak ada jawaban.
Tok... tok... tok... yaps, seperti yang telah kupikirkan sebelumnya. Pertanyaanku hanya akan dijawab dengan suara ketokan pintu lagi.  Ughhh... sebel !! kembali ku tarik nafas dalam-dalam ketika sudah memegang kendali pintu. Satu kali putaran pintu ini akan terbuka dan semua kuserahkan padamu ya Allah.. apapun yang terjadi aku hanya ingin, semua orang tau bahwa aku menyayangi mereka. Akhirnya... krieetttt... ku buka pintu itu... dan....
“Surpriseee... selamat ulang tahun sayang...”
“Adik kost, semoga tambah cantik, imut, pinter, semua cepet dikabulin doanya... amiennnn...” aku terdiam sejenak, lalu berusaha untuk kembali pada kehidupan nyata. Aku kaget setengah mati ketika ku tau bahwa yang ada di hadapanku adalah teman-teman satu kostku dengan wajah ceria dan dengan kue tart serta kado di tangan mereka. Ya ampun.. aku sampai lupa. Hari ini memang hari ulang tahunku yang ke-18. Serta merta aku menangis lagi. Sangat-sangat tidak menyangka bahwa teman-teman satu kostku akan memberiku surprise seperti ini. Aku melihat mereka satu persatu. Semua tertawa bahagia. Tapi kenapa aku tetap merasa aneh ya? Ah sudahlah, hanya perasaanku saja.
Beberapa menit kemudian lampu yang tadi sudah hidup, kembali mati.
“Mbak.. “ panggilku.
“Iya adik... “ jawab seseorang di dekatku, entah itu yang menjawab mbak kostku yang bernama siapa. Maklum, aku masih baru jadi belum begitu mengenal semua yang ada di kost 541 B ini. 541 B, itu nama kostku. Agak unik memang, tapi entah kenapa teman-temanku sangat suka dengan kostku ini. Padahal, menurutku kost ini terlalu masuk di antara gang, dan... sedikit gelap. Menjadi horor buatku. Sekali lagi, ku perjelas kost ku bernama kost 541 B. Kost horor. Aku saranin untuk adik-adik Maba tahun depan jangan mau kost di sini.
“Mbak... aku takut...” ucapku lagi, mencari suara yang tadi menjawab panggilanku. Kesana-kemari aku melangkah, tapi aku tidak menemukan apa-apa.
“Mbak...” panggilku lagi.
Hening. Tidak ada jawaban. Suasana kembali mencekat. Aku terdiam seketika.
“Eh tolong ya.. kalau mau ngerjain aku jangan sekarang, tidak seperti ini juga caranya. Aku tidak suka.” aku mulai emosi.
Hening. Tetap tidak ada jawaban.
Satu menit, dua menit, tiga menit. Aku mendengar suara seretan kaki itu. Sretttt... srettt... srettt... sreeetttt.... sreeetttt... suara itu semakin mendekat. Aku takut. Aku mencoba berlindung, mencari tempat untuk bersembunyi. Tapi semua gelap. Aku tidak bisa melihat apa-apa, sedangkan suara seretan itu semakin cepat ku dengar. Sret.. sret.. sret.. sret... nafasku memburu. Aku berdiri kembali mencoba pergi. Tapi, kakiku... kakiku... sentuhan dingin itu membuat lututku lemas. Aku merasakan ada yang berusaha menarik pergelangan kakiku. Aku coba untuk menariknya kembali. Tetapi, tarikan itu begitu kuat. Rasa panas dan dingin menjadi satu. Sakit.. aku melihat sekeliling. Gelap. Tapi apa ini? Kenapa aku merasa ada yang mengawasiku. Telingaku berdengung... samar-samar ku dengar suara lengkingan seorang perempuan dari sebelah kiriku. Aku tidak tahan mendengarnya. Ku tutup telingaku, tapi semua itu tidak berpengaruh. Aku tetap saja mendengarnya, suara itu menyakiti telingaku. Aku merasa pusing mendengarnya. Kakiku pun mulai melemah ditariknya. Aku pasrah dengan kedua tangan di telinga.

Seketika aku mendengar lagu dengan isakan tangis di selanya...
Lingsir wengi... hiks... hiks...
sliramu tumeking sirno...
Ojo tangi nggonmu guling awas jo ngetoro...
Aku lagi bang wingo wingo... hiks... hiks... hiksss...
Jin setan kang tak utusi...
Dadyo sebarang wojo lelayu sebet...
Hikss.. hikss... hiks...

Telingku semakin berdengung ketika lagu itu berubah menjadi lengkingan panjang yang begitu menyakitkan. Aku berusaha tetap untuk menutup telingaku. Ingin ku berteriak, tapi apa daya tenggorokanku kering, pita suaraku seakan memutus begitu saja. Aku sudah tidak tahan. Argggggghhhhhhhhhhh.... semua berputar dan ku rasa gelap.

*********
Keesokan harinya...
Ditemukan mayat seorang gadis dengan luka hangus di pergelangan kakinya dan telinga yang penuh dengan darah, kira-kira berusia antara 18-20 tahun di sebuah pemakaman desa setempat. Di sekitar mayat gadis itu ditemukan juga sebuah kertas yang berisi:

Tinggalkan 541 B...
Pembunuhan...
Pemerkosaan...
Kemenyan dan melati...
Untuk menutupi kematianku atas ulah bejat anaknya.
Aku menunggu kalian...
Mengambil dan menguburku dengan sempurna.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MALAIKAT TANPA SAYAP

Dear : Semua yang mengenalku Malaikat tanpa sayap, judul itu kudapat dari sebuah film dan ini adalah sebuah kenyataan yang ingin aku ungkapkan. Malaikat tanpa sayap, tidak hanya 1 di dunia ini.  Tidak berbentuk materi dan juga tidak berbentuk kasih belaka.  Tapi, lebih berharga dari kedua hal tersebut.  Mengajarkan banyak hal, mendewasakan dalam menghadapi setiap masalah, memberi semangat ketika terpuruk, menarik untuk bangkit ketika jatuh dan membuatku mengerti kata “Indah Pada Waktunya”.  Semua itu kudapatkan dari kalian, MALAIKAT TANPA SAYAP KU (special for : STALKERS, BRO(F)THER, LIL-ANGEL, MAGESCIVE <3) thanks all. Without you who am I? :)

PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN MENURUT PARA AHLI

Pengertian administrasi atau manajemen banyak diungkap oleh para ahli administrasi pendidikan. Diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Administrasi Pendidikan menurut Syarif (1976 :7) “segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien untuk menunjang tercapainya pendidikan. 2. Menurut Syamsi (1985:10) “administrasi adalah seluruh kegiatan dalam setiap usaha kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih orang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”. 3. Sedangkan menurut Soepardi (1988:7) “ administrasi adalah keseluruhan proses kegiatan-kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih oarang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 4. Pengertian administrasi pendidikan menurut Sutisna (1979:2-3) adalah : Administrasi pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai y...

Makalah Administrasi Pendidikan

PENGENALAN LANJUT ADMINISTRASI PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT LUAS KHUSUNYA MAHASISWA ADMINISTRASI PENDIDIKAN MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Teknik Penulisan Karya Ilmiah yang dibina oleh Ibu Dr. Mustiningsih, M.Pd, dan Ibu Dra. Sunarni S.Pd, M.Pd Oleh Mutmainnah Ayudia Elshaf 120131400392 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN NOVEMBER 2012 KATA PENGANTAR             Puji syukur kehadirat Allah SWT , yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Pengenalan Lanjut Administrasi Pendidikan Bagi Masyarakat Luas Khusunya Mahasiswa Administrasi Pendidikan” ini sesuai waktu yang telah ditentukan dengan lancar . Dengan terselesaikannya m akalah  ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1.       Dr...