PENGENALAN
LANJUT ADMINISTRASI PENDIDIKAN BAGI MASYARAKAT LUAS KHUSUNYA MAHASISWA
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah
Teknik Penulisan Karya Ilmiah
yang dibina oleh Ibu Dr. Mustiningsih, M.Pd, dan
Ibu Dra. Sunarni S.Pd, M.Pd
Oleh
Mutmainnah Ayudia Elshaf
120131400392
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
NOVEMBER 2012
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya
kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Pengenalan Lanjut Administrasi Pendidikan Bagi
Masyarakat Luas Khusunya Mahasiswa Administrasi Pendidikan” ini sesuai waktu
yang telah ditentukan dengan lancar. Dengan terselesaikannya makalah ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1.
Dr.
Mustiningsih M.Pd selaku Dosen matakuliah Teknik Penulisan Karya Ilmiah, dan Dra. Sunarni S.Pd,
M.Pd selaku asisten dosen Teknik Penulisan Karya Ilmiah.
2.
Kedua orang
tua dan keluarga besar penulis atas do’a dan dorongan yang telah diberikan.
3.
Seluruh sahabat
dan teman-teman yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak
kekurangan. Maka dari itu, penulis berharap
akan ada kritik dan saran yang membangun yang nantinya akan berguna
dalam penyusunan
makalah selanjutnya.
Malang,
13 November
2012
Penulis
DAFTAR
ISI
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
BAB
I PENDAHULUAN........................................................ ................ 1
A. Latar Belakang ........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 1
C. Tujuan ......................................................................................... 1
BAB
II ISI.................................................................................................... 2
A. Pengertian
Administrasi Pendidikan........................................... 2
B. Ruang
Lingkup Administrasi Pendidikan................................... 3
C.
Fungsi
Administrasi Pendidikan................................................. 4
D.
Pengenalan
Lanjut Administrasi Pendidikan.............................. 4
BAB
II PENUTUP...................................................................................... 6
A. Simpulan .................................................................................... 6
B. Saran ........................................................................................... 6
DAFTAR RUJUKAN
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Dewasa
ini, banyak orang yang telah salah mengartikan “administrasi pendidikan”. Masyarakat telah terjebak dalam pikiran
sempit bahwa
administrasi pendidikan hanya seputar kegiatan tata usaha sekolah. Padahal jika dilihat
secara utuh administrasi pendidikan meliputi Lembaga Pelayanan Sekolah yaitu
Pemerintah dan Lembaga Pelayanan Belajar yaitu satuan pendidikan. Seperti yang dikemukakan oleh Wijono (1989:2) bahwa
“Administrasi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari pengelolaan
lembaga-lembaga (pendidikan), dirancang untuk membantu pengajaran dan belajar.
Lembaga-lembaga tersebut termasuk sekolah, kursus, akademi, institut, universitas
dan sebagainya”.
Pikiran sempit tersebut terbentuk tidak lain
karena di Indonesia administrasi pendidikan masih dapat dikatakan baru. Di negara-negara yang sudah maju, administrasi pendidikan mulai berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama
abad ke-20, terutama
sejak berakhirnya perang dunia kedua. Di Indonesia, administrasi
pendidikan diperkenalkan sejak tahun 1960-an, dan baru dimasukkan sebagai mata
pelajaran sejak tahun ajaran 1965/1966. Administrasi
pendidikan sangatlah penting dalam dunia pendidikan. Karena tanpa adanya
administrasi, suatu perencanaan besar atau kecil, tidak akan berjalan dengan lancar. Administrasi pendidikan
mempelajari segala cara-cara pengaturan dan penyelenggaraan yang efektif
dan efisien agar tercapai hasil yang maksimal. Segala sumber daya yang
digunakan akan
diatur penggunaannya, sehingga tidak terjadi pemborosan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama.
Administrasi pendidikan terdiri dari beberapa ruang
lingkup dan beberapa fungsi pokok yang sejatinya belum dikenal banyak oleh
masyarakat luas. Khusunya, mahasiswa dari jurusan Administrasi Pendidikan
sendiri. Padahal, ruang lingkup dan fungsi administrasi pendidikan tersebut
sangatlah penting untuk diketahui. Karena, dengan mengetahui dan mengerti kedua
hal tersebut maka tidak akan terjadi lagi kesalahpahaman yang menyamakan antara
administrasi pendidikan dengan kegiatan tata sekolah yang selama ini dikenal
dengan tata usaha (TU). Kegiatan tata usaha sekolah tersebut hanyalah merupakan
bagian dari ruang lingkup Administrasi Pendidikan. Maka dari itulah, penulis
mengambil tema mengenai pengenalan lanjut administrasi pendidikan ini.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dalam makalah ini akan dibahas
beberapa hal sebagai berikut.
(1)
Apa sajakah
yang termasuk dalam ruang lingkupnya?
(2)
Apakah fungsi
Administrasi Pendidikan?
(3)
Bagaimana cara
agar masyarakat luas, khususnya mahasiswa Administrasi Pendidikan memahami
bahwa administrasi pendidikan tidak hanya dalam bidang kegiatan tata usaha (TU)
sekolah?
C.
Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut.
(1)
Mendeskripsikan
ruang lingkup Administrasi Pendidikan.
(2)
Mendeskripsikan
fungsi Administrasi Pendidikan dalam
dunia pendidikan.
(3)
Mendeskripsikan
cara agar Administrasi Pendidikan lebih dikenal oleh masyarakat luas, khusunya
mahasiswa Administrasi Pendidikan itu sendiri sebagai ilmu yang mempelajari
pengelolaan lembaga-lembaga (pendidikan) bukan hanya sebatas dalam kegiatan
Tata Usaha (TU) sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Administrasi
Pendidikan
Administrasi dalam pengertian sempit adalah kegiatan
ketatausahaan yang meliputi kegiatan catat-mencatat, mendokumentasikan
kegiatan, menyelenggarakan surat menyurat dengan segala aspeknya serta
mempersiapkan laporan. Sedangkan administrasi dalam pengertian luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik
personel, spiritual
maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Wijono (1989:14) menarik kesimpulan bahwa “Administrasi
Pendidikan mencakup seluruh kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan
pendidikan baik di dalam maupun di luar sekolah disuatu negara atau pada
umumnya. Sedang administrasi sekolah terbatas pada pengelolaan didalam sistem
persekolahan, sehingga ada administrasi sekolah dasar, administrasi sekolah
menengah dan sebagainya. Administrasi sekolah merupakan bagian dari
administrasi pendidikan”. Jadi, jelaslah bahwa ada perbedaaan antara kegiatan
tata usaha sekolah dengan administrasi pendidikan. Kegiatan tata usaha sekolah
atau TU adalah merupakan bagian dari administrasi pendidikan yang masuk dalam ruang
lingkup administrasi ketenagaan pendidikan.
Administrasi pendidikan merupakan ilmu terapan,
sesuatu dikatakan ilmu apabila memiliki tiga dasar keilmuan, yaitu: dasar ontologis, dasar epistemologis, dan
dasar aksiologis. Dasar ontologis
adalah adanya objek penalaran yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat
diamati dan diuji. Dasar epistemologis adalah
adanya cara atau metode untuk menelaah objek tersebut, termasuk penalaran
deduktif dan induktif. Dasar aksiologis
adalah nilai kegunaan dari pengetahuan itu untuk kepentingan kesejahteraan
manusia lahir batin. Dari ketiga dasar ilmu diatas, administrasi pendidikan
kiranya memilikinya. Objek penalarannya berupa kegiatan-kegiatan seperti
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian,
pengawasan dan pembiayaan, mempunyai cara dan metode untuk kepentingan
pendidikan, dan pendidikan sendiri adalah untuk kepentingan kesejahteraan manusia.
B. Ruang Lingkup Administrasi
Pendidikan
Dalam memahami pengertian administrasi pendidikan
diatas, ruang lingkup dari administrasi
pendidikan menurut Drs. M. Ngalim Purwanto. MP yang berjudul Administrasi dan
supervisi pendidikan dalam (Wijono, 1989:14-17), yaitu:
(1) Administrasi tata laksana sekolah, yang
meliputi: a) organisasi dan struktur pegawai tata usaha, b) otorisasi dan
anggaran belanja keuangan sekolah, c) masalah kepegawaian dan kesejahteraan
personel sekolah, d) masalah perlengkapan dan perbekalan sekolah, e) keuangan
dan pembukuannya, f) korespondensi dan surat menyurat, g) laporan-laporan
(bulanan, kuartalan dan tahunan), h) masalah pengangkatan, pemindahan,
penempatan dan pemberhentian pegawai, pengisian buku pokok, klapper, rapor, dan
sebagainya. (2) Administrasi personel guru dan pegawai sekolah, yang meliputi: a)
pengangkatan dan penempatan guru, b) organisasi personel guru-guru, c) masalah
kepegawaian dan kesejahteraan guru, d) rencana orientasi bagi tenaga guru yang
baru, e) konduite dan penilaian
kemajuan guru-guru, f) in-service
training dan up-grading guru-guru.
(3) Administrasi murid, yang meliputi: a) organisasi dan perkumpulan murid, b) masalah
kesehatan dan kesejahteraan murid, c) penilaian dan pengukuran kemajuan murid, d)
bimbingan dan penyuluhan bagi murid-murid. (4) Supervisi pengajaran, yang
meliputi: a) usaha-usaha membangkitkan dan merangsang semangat kerja guru-guru
dan pegawai-pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing-masing
sebaik-baiknya, b) usaha mengembangkan, mencari dan menggunakan metode baru
dalam mengajar dan belajar yang lebih baik, c) mengusahakan dan mengembangkan
kerja sama yang baik antara guru, murid, dan pegawai tata usaha sekolah, d) mengusahakan
cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran, e) usaha mempertinggi
mutu dan pengalaman guru-guru. (5) Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum, yang
meliputi: a) merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah, b)
menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi-materi dan metde
pelaksanaannya, c) kurikulum merupakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan
tugasnya. (6) Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah, yang meliputi: a) cara
memilih dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan, b) merencanakan pembiayaan
pendirian gedung sekolah, c) menentukan jumlah dan sebagainya serta kompsisinya
satu sama lain, d) cara-cara penggunaan gedung sekolah serta pemeliharaanya
secara kontinyu, alat-alat perlengkapan sekolah. (7) Hubungan sekolah dengan masyarakat,
hal ini mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain, hubungan sekolah
dengan pemerintah setempat, hubungan sekolah dengan instansi-instansi lain, dan
hubungan sekolah dengan masyarakat pada umumnya.
C.
Fungsi Administrasi Pendidikan
1.
Klasifikasi
Pokok Fungsi-Fungsi Administrasi dan Manajemen
Pada dasarnya administrasi berfungsi untuk
menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijakan umum, hal ini berarti
bahwa administrasi tidak menjalankan sendiri kegiatan-kegiatan yang bersifat
operasional, karena kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional itu dilaksanakan
oleh kelompok pelaksana. Dalam proses pelaksanaannya, administrasi mempunyai
tugas-tugas tertentu yang harus dilaksanakan sendiri. Tugas itulah yang biasa
disebut atau diartikan sebagai fungsi-fungsi administrasi. Hingga kini para
sarjana belum mempunyai kata sepakat yang bulat tentang fungsi-fungsi
administrasi, baik ditinjau dari segi klasifikasinya maupun ternologi yang
dipergunakan. Namun, apabila teori dari berbagai ahli dipelajari lebih
mendalam, maka perbedaan tersebut merupakan perbedaan–perbedaaan yang
fundamental.
Dengan kata lain ada empat faktor yang menyebabkan
timbulnya perbedaan-perbedaan yang tidak fundamental. Faktor-faktor tersebut
ialah: a) kondisi masyarakat serta taraf kemajuannya dalam suasana para sarjana
tertentu menulis, b) filsafat hidup yang dianut oleh sarjana yang bersangkutan,
c) latar belakang pendidikannya, d) perkembangan ilmu itu sendiri. Dari
penjelasan diatas, tercapailah konsensus yang menyatakan bahwa pada dasarnya
keseluruhan fungsi administrasi dan manajemen itu dapat dibagi menjadi dua
klasifikasi utama, yaitu:
·
Fungsi
organik.
Fungsi organik adalah semua fungsi yang mutlak
harus dijalankan oleh administrasi dan manajemen.
·
Fungsi pelengkap
Fungsi pelengkap adalah semua fungsi yang meskipun
tidak mutlak dijalankan oleh organisasi, sebaiknya dilaksanakan juga dengan
baik karena pelaksanaan fungsi-fungsi itu akan meningkatkan efisiensi dalam
pelaksanaan kegiatan, memperlancar usaha pencapaian tujuan dengan efisien,
ekonmis dan efektif.
2. Beberapa Contoh Teori
Fungsi-Fungsi Administrasi dan Manajemen
Siagian (2003:84-86) menarik kesimpulan bahwa
terdapat beberapa contoh teori mengenai
fungsi administrasi pendidikan dan manajemen menurut beberapa ahli yaitu:
(1)
Henry Fayol.
Dalam bagian bukunya yang membahas fungsi administrasi dan manajemen,
mengatakan bahwa fungsi administrasi dan manajemen adalah:
a)
Planning (perencanaan)
b)
Organizing (pengorganisasian)
c)
Commanding (pemberian komando)
d)
Coordinating (pengkoordinasian)
e)
Controlling (pengawasan)
(2)
Luther M.
Gullick, dalam karyanya papers on the
science of administration mengatakan bahwa fungsi-fungsi organik
administrasi dan manajemen adalah:
a)
Planning (perencanaan)
b)
Organizing (pengorganisasian)
c)
Staffing (pengadaan tenaga kerja)
d)
Directing (pemberian bimbingan)
e)
Coordinating (pengkoordinasian)
f)
Reporting (pelaporan)
g)
Budgeting (penganggaran)
(3)
John D.
Millet, dalam bukunya yang berjudul management
in the public service, Millet menggolongkan fungsi organik administrasi dan
manajemen hanya kepada dua golongan, yaitu directing
dan facilitating.
(4)
George R.
Terry, dalam bukunya yang berjudul principles
of management, Terry mengklasifikasikan fungsi-fungsi manajemen sebagai
berikut:
a)
Planning (perencanaan)
b)
Organizing (pengorganisasian)
c)
Actuating (penggerakan)
d)
Controlling (pengawasan)
(5)
John F. Mee.
Professr Mee adalah serang guru besar dalam ilmu manajemen (dalam mata kuliah
filsafat manajemen) di Universitas Indiana. Dalam kuliah-kuliahnya dan demikian
pula dalam karya-karya ilmiahnya, Mee mengatakan bahwa fungsi organisasi dan
manajemen ialah:
a)
Planning (perencanaan)
b)
Organizing (pengorganisasian)
c)
Motivating (pemberian motivasi)
d)
Controlling (pengawasan)
e)
Penilaian (evaluating)
Setelah menganalisis berbagai teori mengenai fungsi
organik administrasi dan manajemen dari beberapa ahli diatas disimpulkan
fungsi-fungsi organik administrasi dan manajemen itu ialah:
(1)
Perencaan (planning)
Perencanaan dapat didefinisikan sebagai
“keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang tentang hal-hal yang
akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang
telah ditentukan”
(2)
Pengorganisasian
(organizing)
Keseluruhan proses pengelompokan orang-orang,
alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga
tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
(3)
Penggerakan (motivating)
Penggerakan dapat didefinisikan sebagai
keseluruhan proses pemberian dorongan kerja kepada para bawahan sedemikian rupa
sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi
dengan efisien dan ekonmis.
(4)
Pengawasan (controlling)
Pengawasan adalah proses pengamatan pelaksanaan
seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang
dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
(5)
Penilaian (evaluating)
Penilaian dapat didefinisikan sebagai proses
pengukuran dan pembandingan hasil-hasil yang seharusnya dicapai.
Dalam pengklasifikasian fungsi administrasi
pendidikan ini, penulis menggunakan dua kata yaitu administrasi dan manajemen.
Namun, administrasi dan manajemen merupakan satu kesatuan. Yang membedakannya
hanyalah ruang lingkup dan sedikit pengertiannya. Untuk fungsi administrasi dan
manajemen sejauh ini, oleh beberapa ahli memang memiliki fungsi yang sama
seperti yang telah dijelaskan diatas.
D. Pengenalan Lanjut Administrasi
Pendidikan Bagi Masyarakat Luas Khususnya
Mahasiswa
Administrasi Pendidikan
Soetisna (dalam Suharsaputra, 1989:2) menyatakan
bahwa “Administrasi pendidikan hadir dalam tiga bidang perhatian dan
kepentingan, yaitu: (1) setting administrasi pendidikan (geografi, demografi,
ekonomi, ideologi, kebudayaan, dan pembangunan); (2) pendidikan (bidang garapan
administrasi); dan (3) substansi administrasi pendidikan (tugas-tugas, proses,
asas-asas, dan perilaku administrasi)”.
Pengenalan lanjut administrasi ini dapat dilakukan
dengan cara pendekatan terhadap tiga bidang perhatian dan kepentingan
administrasi pendidikan diatas. Yang pertama, setting administrasi pendidikan.
Dalam setting administrasi pendidikan ini, terdiri dari geografi, demografi,
ekonomi, ideologi, kebudayaan, dan pembangunan. Hal tersebut membuktikan bahwa
administrasi pendidikan menyangkut segala bidang garapan, sehingga dapat dikaji
oleh banyak orang. Yang kedua, pendidikan. Pendekatan melalui pendidikan ini
dapat dilakukan oleh peserta didik dan pendidiknya serta lembaga pendidikan.
Yang ketiga, subtansi administrasi pendidikan. Substansi ini terdiri dari
beberapa kegiatan dan pendekatannya dapat dilakukan dengan mempraktekkannya
dalam kehidupan sehari-hari. Karena, memang administrasi pendidikan ini sangat
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang penuh dengan rencana dan proses.
Jadi, dengan belajar kita juga dapat mempraktekkannya.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Administrasi pendidikan adalah kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik
personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan
efisien. Administrasi pendidikan terdiri
dari ruang lingkup yang saling berhubungan, yaitu: administrasi tata laksana sekolah, administrasi
personel guru dan pegawai sekolah, administrasi murid, supervisi pengajaran,
pelaksanaan dan pembinaan kurikulum, pendirian dan perencanaan bangunan
sekolah, hubungan sekolah dengan masyarakat.
Ruang lingkup administrasi pendidikan ini secara
garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: administrasi material,
administrasi persnel dan adminitrasi kurikulum. Administrasi pendidikan ini,
memiliki lima fungsi pokok yaitu: Planning
(perencanaan) Organizing
(pengorganisasian) Motivating (pemberian
motivasi) Controlling (pengawasan)
dan Evaluating
(penilaian). Kelima fungsi tersebut saling berhubungan dalam menjalankan proses
pendidikan.
B.
Saran
Agar terus mengadakan pengenalan lanjut mengenai
administrasi pendidikan di Indonesia dengan terus memperbaharui metode dan sistem
pembelajarn pendidikan Indonesia, sehingga akan tercipta pendidikan beserta
beberapa ruang lingkupnya yang maju dan dapat mencapai tujuan secara efektif
dan efisien.
DAFTAR RUJUKAN
Wijono. 1989. Administrasi
dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Siagian, P.S. 2003. Filsafat
Administrasi (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Suharsaputra, S. Tanpa tahun. Administrasi / Manajemen Pendidikan, (online), (http://uharsaputra.wordpress.com/pendidikan/administras-pendidikan/), diakses 15 September 2012.
What is this?
BalasHapus